Rabu, 22 Desember 2010

Hari Ibu

Hari ini, tanggal 22 Desember, kita di Indonesia merayakan hari ibu. Pada hari ini kita mengilas balik kembali ingatan kita, menguatkan lagi rasa kasih di hati kita, dan mengucapkan kata CINTA KASIH kita secara lisan; bila kita masih beruntung karena bunda, umi, atau ibu kita masih bisa bersama-sama dengan kita di dunia ini; atau mengucapkannya dalam doa karena beliau telah bersama sang PENCIPTA.

Terimakasih ibu karena engkaulah malaikat pelindung bagi kami, penerang hati dan penunjuk arah bagi kami, yang tak putus-putusnya memarahi dan menghardik kami yang salah arah dengan rasa cinta dan kasihmu. Engkaulah makhluk ALLAH SWT yang sangat mulia, karena engkaulah yang melahirkan, membesarkan, dan membimbing kami.

Sebagai wujud penghargaan kami terhadap jasa-jasa para ibu dan kaum perempuan di Indonesia, sesuai dengan arahan pimpinan DJP, seluruh pegawai di LTO Satu pada hari ini memakai busana daerah baju kebaya untuk karyawati dan baju batik lengan panjang untuk karyawan.




FYI, hari ibu sebenarnya meniru kebudayaan Yunani kuno yang memberikan persembahan kepada Cybelle, ibu dari para dewa-dewi Yunani, dalam suatu festival khusus. Kebiasaan ini diteruskan oleh bangsa Romawi kuno setiap tanggal 15 s.d. 18 Maret. Orang-orang Romawi bahkan juga mengadakan persembahan untuk dewi Juno dalam festival Matronalia, pada hari itu biasanya hadiah dan penghargaan diberikan untuk para ibu.

Hari ibu di Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 22 Desember sebenarnya adalah peringatan hari dilakukannya Kongres Perempuan Indonesia. Kongres tersebut berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22 s.d. 25 Desember 1928 di gedung yang sekarang ini dikenal dengan Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto Yogyakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 30 organisasi perempuan yang datang dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Pemikiran untuk menjadikan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu nasional telah dimulai pada saat Kongres Wanita Indonesia ketiga tahun 1938. Penentuan tanggal tersebut diresmikan berdasarkan Peraturan Presiden No. 316 Tahun 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Perayaan hari ibu di negara kita yang awalnya bertujuan untuk merayakan semangat para pahlawan wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kondisi negara dan bangsa, saat ini telah bergeser maknanya yaitu sebagai hari untuk mengekspresikan cinta dan terimakasih kita kepada para ibu dan kaum perempuan. Pada hari ini kita biasanya memberikan hadiah untuk para ibu dengan bunga, pesta kejutan, dan lomba-lomba seperti lomba memasak atau lomba 'kebaya'. Pada hari ini, kita biasanya memberikan hari libur istimewa bagi para ibu dari tugas-tugas rumah tangga yang biasanya mereka kerjakan sehari-hari......(dikutip dari Wikipedia).

Location:TPT LTO-Satu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar