Rabu, 29 Desember 2010

Syukuran Pencapaian Target Penerimaan LTO Satu dan LTO Dua Tahun 2010

Hari ini diadakan perayaaan syukuran sederhana atas keberhasilan LTO Satu dan LTO Dua dalam mencapai target penerimaan yang ditetapkan untuk tahun 2010. LTO Satu telah mencapai 100,21% dan LTO Dua mencapai 101,31% dari target yang ditetapkan.



Perayaan tanda syukur dimaknai dengan penyampaian tumpeng dari Kanwil DJP WP Besar yang diserahkan secara simbolis oleh para Kepala Bidang di lingkungan Kanwil DJP WP Besar kepada masing-masing Kepala Kantor LTO Satu dan LTO Dua.


Perayaan syukuran diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan LTO Satu dan LTO Dua, para Kepala Bidang, Kepala KPP HWI, dan beberapa Kepala Seksi yang mewakili Kanwil dan KPP HWI.

Pencapaian target penerimaan pajak pada tahun 2010 ini merupakan tonggak sejarah baru bagi LTO Satu. Sejak didirikan pada tahun 2002, target penerimaan LTO Satu tercapai di tahun 2002 s.d. tahun 2005, dan baru tercapai kembali di tahun 2010 ini. Semoga pencapaian prestasi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi di tahun- tahun mendatang, amiin.



Location:Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat.

Rabu, 22 Desember 2010

Hari Ibu

Hari ini, tanggal 22 Desember, kita di Indonesia merayakan hari ibu. Pada hari ini kita mengilas balik kembali ingatan kita, menguatkan lagi rasa kasih di hati kita, dan mengucapkan kata CINTA KASIH kita secara lisan; bila kita masih beruntung karena bunda, umi, atau ibu kita masih bisa bersama-sama dengan kita di dunia ini; atau mengucapkannya dalam doa karena beliau telah bersama sang PENCIPTA.

Terimakasih ibu karena engkaulah malaikat pelindung bagi kami, penerang hati dan penunjuk arah bagi kami, yang tak putus-putusnya memarahi dan menghardik kami yang salah arah dengan rasa cinta dan kasihmu. Engkaulah makhluk ALLAH SWT yang sangat mulia, karena engkaulah yang melahirkan, membesarkan, dan membimbing kami.

Sebagai wujud penghargaan kami terhadap jasa-jasa para ibu dan kaum perempuan di Indonesia, sesuai dengan arahan pimpinan DJP, seluruh pegawai di LTO Satu pada hari ini memakai busana daerah baju kebaya untuk karyawati dan baju batik lengan panjang untuk karyawan.




FYI, hari ibu sebenarnya meniru kebudayaan Yunani kuno yang memberikan persembahan kepada Cybelle, ibu dari para dewa-dewi Yunani, dalam suatu festival khusus. Kebiasaan ini diteruskan oleh bangsa Romawi kuno setiap tanggal 15 s.d. 18 Maret. Orang-orang Romawi bahkan juga mengadakan persembahan untuk dewi Juno dalam festival Matronalia, pada hari itu biasanya hadiah dan penghargaan diberikan untuk para ibu.

Hari ibu di Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 22 Desember sebenarnya adalah peringatan hari dilakukannya Kongres Perempuan Indonesia. Kongres tersebut berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22 s.d. 25 Desember 1928 di gedung yang sekarang ini dikenal dengan Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto Yogyakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 30 organisasi perempuan yang datang dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Pemikiran untuk menjadikan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu nasional telah dimulai pada saat Kongres Wanita Indonesia ketiga tahun 1938. Penentuan tanggal tersebut diresmikan berdasarkan Peraturan Presiden No. 316 Tahun 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Perayaan hari ibu di negara kita yang awalnya bertujuan untuk merayakan semangat para pahlawan wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kondisi negara dan bangsa, saat ini telah bergeser maknanya yaitu sebagai hari untuk mengekspresikan cinta dan terimakasih kita kepada para ibu dan kaum perempuan. Pada hari ini kita biasanya memberikan hadiah untuk para ibu dengan bunga, pesta kejutan, dan lomba-lomba seperti lomba memasak atau lomba 'kebaya'. Pada hari ini, kita biasanya memberikan hari libur istimewa bagi para ibu dari tugas-tugas rumah tangga yang biasanya mereka kerjakan sehari-hari......(dikutip dari Wikipedia).

Location:TPT LTO-Satu

Senin, 20 Desember 2010

Internalisasi Corporate Value

Hari rabu, 15 Desember 2010, LTO Satu melaksanakan penguatan kembali atas nilai-nilai universal yang menjadi nilai budaya Direktorat Jenderal Pajak, yaitu profesional, integritas, teamwork, dan inovasi.

Profesional dimaknai sebagai memiliki kompetensi di bidang profesinya dan menjalankan tugas dan pekerjaan sesuai dengan kompetensi, kewenangan, serta norma-norma profesi, etika dan sosial. Kecintaan pada pekerjaan merupakan prasyarat untuk menjadi profesional di bidangnya.

Integritas adalah bagaimana menjalankan tugas dan pekerjaan dengan selalu memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral, yang diterjemahkan dengan bertindak jujur, konsisten, dan menepati janji.





Teamwork adalah memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan orang/pihak lain serta membangun network untuk menunjang tugas dan pekerjaan.

Sedangkan inovasi berarti memiliki pemikiran yang bersifat terobosan dan/atau alternatif pemecahan masalah yang kreatif, dengan memperhatikan aturan dan norma yang berlaku.

Dalam melaksanakan nilai-nilai budaya kita, kebijaksanaan dalam memahami apa yang sebenarnya terjadi, keterbukaan dan keikhlasan hati nurani, dan berusaha untuk selalu membuka dan memperluas cara berpikir; akan memberikan arti dan semangat baru untuk selalu berbuat yang terbaik bagi diri, keluarga, bangsa dan negara. Maju dan jayalah negeriku Indonesia.

"Ketika usaha kita dinilai tidak penting, maka pada saat itu kita sedang belajar tentang KEIKHLASAN”.......

“Ketika kerja keras kita tidak dihargai, maka saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN”....

“Ketika hati kita terluka sangat dalam, maka saat itu kita sedang belajar untuk MEMAAFKAN”......

“Ketika kita merasa begitu lelah dan kecewa maka kita sedang belajar tentang KESUNGGUHAN”.......

“Ketika kita merasa sepi dan sendiri maka kita sedang belajar tentang KETANGGUHAN”........

“Ketika kita sedang menanggung biaya yang tidak seharusnya kita tanggung maka saat itu kita sedang belajar tentang BERMURAH HATI”........

“Ketika kita merasa bahwa semua kemungkinan tidak masuk di akal kita, maka pada saat itu kita belajar tentang I M A N”...........



Location:Aula lantai 3 LTO Satu

Jumat, 10 Desember 2010

Renungan hari

Dearest friends. Pagi ini saya mendapat suatu catatan kecil yang ditulis oleh seseorang yang saya hormati, pesannya sangat indah dan menyentuh qalbu. Tanpa seijin beliau, saya memberanikan diri untuk menyampaikan kembali sebagai bahan renungan untuk kita semua. Semoga bermanfaat.

Doa tidak selalu mampu mengubah keadaan, tapi mampu mengubah cara pandang kita.

Doa tidak selalu mampu mengembalikan mereka yang kita cintai, tapi mampu memberikan kebahagian bagi mereka.

Doa tidak mampu mengulang waktu, tapi mampu membuat kesempatan datang kembali.

Doa tidak selalu mampu memperbaiki hati yang hancur, tetapi doa mampu mengubahnya menjadi sumber kekuatan dan penenang qolbu


Doa tidak selalu mampu mengubah penyesalan masa lalu, tapi mampu mengubahnya menjadi harapan.

Doa tidak selalu mampu mengubah kebutuhan dan keinginan kita, tapi mampu mengubahnya menjadi keinginanNYA.

Yang pasti DOA INSYA ALLAH SELALU MAMPU MEMBAWA PERUBAHAN YANG BAIK DALAM HIDUP KITA


Awali hari ini dengan berdoa.



Location:KPP WP Besar Satu

Rabu, 08 Desember 2010

Pengantar Sosialisasi eSPT Masa PPN 1111

Latar belakang perubahan formulir SPT Masa PPN adalah untuk mengakomodasi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UU PPN dan karena adanya kebutuhan untuk penyempurnaan sistem informasi dalam rangka pembentukan 'database' Wajib Pajak.

Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk bisa memberikan kemudahan, kepastian hukum, dan meningkatkan pelayanan kepada Pengusaha Kena Pajak dalam melaporkan kegiatannya serta mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang. Tujuan lainnya adalah untuk mendorong PKP untuk menggunakan sistem informasi modern dalam pelaporan SPT Masa PPN.

Pokok-pokok perubahan dalam SPT Masa PPN 1111 adalah untuk menampung aturan baru dan atau perubahan aturan dalam Undang Undang, penyempurnaan bentuk dan format Formulir SPT Masa PPN, dan penyempurnaan sistem aplikasi terkait SPT Masa PPN.

Beberapa aturan baru dan perubahan aturan yang ditampung dalam SPT adalah antara lain: (a) deemed Pajak Masukan; (b) ekspor JKP/BKP Tidak Berwujud; (c) pelaporan pembayaran kembali Pajak Masukan oleh PKP Gagal Berproduksi; (d) mekanisme penghitungan kembali Pajak Masukan yang telah dikreditkan sesuai PMK 78/PMK.03/2010; dan (e) pelaporan SSP atas Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud/JKP dari Luar Daerah Pabean.

Hal-hal yang disempurnakan dalam formulir SPT Masa PPN 1111 antara lain adalah: (a) penyederhanaan jenis SPT dimana format SPT Masa PPN 1111 sdh menggunakan format scanning sehingga tidak perlu dibedakan SPT Non Scanning (1107) dan SPT scanning (1108); (b) memaksimalkan penggunaan ruang kosong dalam formulir karena sudah menerapkan standar dokumen perpajakan internasional; (c) mengurangi beban administratif PKP dimana dalam hal tidak ada data yang perlu dilaporkan dalam lampiran SPT maka lampiran tersebut tidak perlu disampaikan; dan (d) pembatasan penggunaan SPT formulir kertas (hardcopy) dimana apabila dalam suatu masa laporan jumlah dokumen dalam salah satu lampiran > 25 dokumen, pelaporannya wajib menggunakan e-SPT. Dalam hal PKP pernah menyampaikan e-SPT maka untuk selanjutnya wajib melaporkan kewajiban perpajakan secara elektronik.




Location:Jalan Batu,Jakarta Capital Region,Indonesia

Senin, 06 Desember 2010

Sosialisasi eSPT PPN 1111

Sosialisasi dan simulasi penggunaan eSPT PPN 1111 telah dilaksanakan di LTO Satu dalam 3 sesi, pagi dan siang hari ini serta Rabu pagi sd siang hari. Semoga akan lebih memudahkan WP dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.





- Posted by M. Satria Utama using BlogPres

Location:Jalan Batu,Jakarta Capital Region,Indonesia

Sabtu, 04 Desember 2010

Kunjungan Dirjen Pajak Mongolia ke LTO Satu

Tukar menukar cindera mata dengan Dirjen Pajak Mongolia yang melakukan kunjungan kerja ke LTO Satu pada tanggal 27 Sept 2010.






- Posted using BlogPress from my iPad

Silaturahim @ KP DJP

Rabu kemarin, 17 Nopember 2010, setelah melaksanakan shalat Idul Adha bersama, dilakukan acara silaturahim dan pemotongan hewan qurban di sekitar Masjid Salahudin KP DJP.


- Posted using BlogPress from my iPad

Location:KP DJP Jl. Gatot Soebroto